welcome to bala-bala blog....

Assalamua'laikum please enjoy the text... ^^ Bismillahirrahmanirrahim, In the name of Allah who is most gracious and most merciful

Minggu, 13 November 2011

Bocah gagah

seorang bocah gagah, berseragam
bercermin dan berdandan
ia...
gagah


si bocah gagah di pagi hari ada dimana-mana
ada yang di bus kota
ada yang sudah di sekolah
dan ada juga yang sampai di warung-warung PS
sementara yang lainnya ada yang bergaya dengan motornya,
keliling-keliling kota
atau cekikikan bergosip ria


dan si bocah gagah pun ada di desa
hampir diseluruh pelosok nusantara
(ingat... jika pembangunan sudah merata)


itu kisah masa kini


tapi tidakkah kalian ingat?
dulu juga bertebaran bocah-bocah gagah
nan jua perkasa
di pagi buta ia pun telah berada dimana-mana
berlari...
berlari...
menembus belantara
tanpa sempat berkaca.
berkejaran
dengan nyawa...
dan para tentara belanda
atau mungkin juga penjajah lainnya
kadang ia hanya bawa sebilah bambu tua
berlari...
mengejar musuh
musuhnya
juga musuh kita


lupakah kau?
betapa gagahnya ia
saat ia pekikkan kata "bebas"
ia begitu gagah
saat itu pun ia tak peduli...
betapa perihnya daging tertusuk duri
betapa sakitnya kulit terkoyak belukar
tajam


sama...
sama tak pedulinya
seperti setengah bocah-bocah gagah masa kini
ketika...
mereka kini yang lupa dikenang itu 
entah dimana?
mungkin hanya tersisa bongkahan-bongkahan
tulang putih yang tak lagi bersatu


(was made on september 14th, 2011)

Jumat, 11 November 2011

Inspiring story, kadang kita butuh

Bob curtis pada tahun 1997 adalah seorang pria yang berumur 85 tahun, tapi masih penuh semangat. Ia melakukan perjalanannya sebagai misionaris ke Kenya, untuk itu ia menempuh waktu delapan hari mengikuti jalan setapak desa diluar Nairobi, karena tidak ada mobil dan jalan raya.
Sampai hari ini (tahun 1997an), Bob masih bekerja penuh waktu dalam tiga pekerjaan yang diambilnya untuk perjalanannya ke Kenya. Dia melewatkan tiga hari sepuluh jam berturut-turut setiap minggu sebagai pengemudi bagi pelelangan mobil; hari sabtu digunakan untuk bekerja di perusahaan pemakaman Dallas; dan dia juga menjadi perwakilan penjualan regional untuk sebuah perusahaan kesehatan gigi. Dengan sikap yang luar biasa Bob tersenyum dan berkata, " Apa saja yang diperlukan kalau saya mampu akan saya lakukan," dan itu rupanya adalah prinsip penuntun dalam kehidupannya.
Bob tahu, hanya soal waktu saja sebelum kehidupan berakhir baginya, maka ketika dia berada di Nairobi dia melatih satu orang lokal untuk meneruskan perkerjaannya. sejak tahun 1990, Bob berada di setiap benua dan di dua puluh lima negara. Pada saat ini dia merencanakan perjalanan ke Swedia dan Perancis. Bob bersyukur kepada Tuhan untuk kesehatannya bepergian jauh-jauh. Keyakinannya sedemikian rupa sehingga ia tidak pernah mengalami saat gelisah di luar negeri karena dia berkeyakinan kalau Tuhan memberinya tantangan, maka Tuhan akan memungkinkannya bisa melakukannya.
(di kutip dari "something to smile about", zig zilar)
Sikap Bob Curtis mungkin bisa menjadi inspirasi bagi kita, yang kadang mengaku sebagai aktivis dakwah, tapi masih memilih-milih tempat berdakwah, takut menjadi tidak terkenal atau ketakutan-ketakutan lain yang seharusnya bisa di palingkan saat tawaran didaerah-daerah kekurangan da'i memberikan peluang untuk kita. Dealapan puluh lima tahun bukan lah usia yang muda lagi tapi saat seorang non muslim percaya bahwa Tuhan selalu bersamanya, bagaimana dengan kita, yang mengaku muslim dan menyakini kalau Allah always in our side?
Wallahu 'alam.