Yang tak sengaja tersamarkan…
Hidup berjalan terus, tanpa kenal waktu… demikian juga perjalanan hidup manusia. Dalam menempuh hidupnya ada ungkapan bahwa manusia itu hidup bagaikan seorang perantau yang nanti akan kembali ke kampung halamannya dan tentunya akan sia-sia saat ia pulang tanpa membawa sesuatu apapun. Dan dalam masa perantauan salah satu bekal yang akan dibawanya pulang ada ilmu…
Ilmu,terutama ilmu agama ibaratkan cahaya, ia akan masuk kedalam hati penimbanya hanya jika hati itu bersih dan bening, saat ia buram maka ia akan masuk dengan samar-samar, saat ia kotor dan gelap ia takkan menyentuh hati sama sekali. Maka tak heran jika dulu kita merasa menguasai suatu ilmu dan kemudian tanpa alasan jelas kita bisa terlupa. Misalnya seseorang yang dulunya sangat berhati-hati dalam hal menjaga pandangan terutama dalam melihat hal-hal yang tanpa ia ketahui akan merusak hatinya itu menjadi “pencandu TV”. Hal ini dapat bermula dari mengabaikan ilmu yang mengajarkan kita berhati-hati, saat ia melihat adegan pelukan pasangan “yang tak seharusnya” dengan sengaja ataukan tidak ia mengatakankan pada dirinya “ah nggak pa pa lah”. Menyepelekan hal yang kecil ini bisa membuat ia suatu saat menikmati tontonan yang lebih lagi, seperti sudah tidak merasa tabu lagi melihat adegan “kissing” dan “unpolite” lainnya.
Satu contoh tersebut dimulai saat ia memburamkan hatinya tanpa sengaja, hingga akahirnya ia terlupa aturan-aturan Rabbnya bahwa menjaga pandangan itu tidak hanya saat berhadap dengan lawan jenis, tapi juga saat sendiri dan kondisi apapun. Sesama jenis pun ada batasan aurat yang tidak boleh dilihat.
Dan saat kita termasuk salah satu diantara mereka tak ada salahnya untuk kembali kepada Sang Pengampun, bersihkan kembali kotoran-kotoran penyelimut hati. Sebelum diakhirat hisab akan semakin berat. Biarkan cahaya ilmu masuk ke hati dan menjadikan jiwa bersinar. Karena hati yang bersih adalah suatu keajaiban. Seorang yang tak jenius bisa menjadi smart, seorang yang tak banyak bicara akan mudah dimengerti orang lain, seorang yang wajahnya biasa saja akan mempesonakan setiap orang yang memandangnya. Dan karena dibalik semua itu ada pancaran cahaya Sang Penguasa langit dan seluruh isinya yang terselubung.
Wallahu alam.
Berbagi inspirasi dan saling menyemangati, meyakinkan setiap diri bahwa setiap masalah pasti ada hikmahnya
welcome to bala-bala blog....
Minggu, 03 Juli 2011
Sabtu, 11 Juni 2011
Minggu, 03 April 2011
Profil Muhammad Badi’ Al-Majid Sami; Mursyid Am Ikhwanul Muslimin Kedelapan | Al-Ikhwan.net
Kamis, 24 Maret 2011
Dari nostalgia kenangan lama…
Dari nostalgia kenangan lama…
Jauh dari sanak family menjadikan kegiatan membuka file-file foto sebagai salah satu hobiku, mengamati foto-foto ibuku yang selalu tersenyum dengan menampakkan deretan giginya yang rapi sehingga terlihat sangat manis sekali, foto ayahku yang juga suka unjuk gigi, walau pun nggak semanis ibu tapi tampak gagah dengan postur tubuhnya yang gemuk dan tinggi, 180 cm an lah, ya wajar saja jika aku berpose dengan kakakku aku akan terlihat lebih pendek, ia menuruni tingginya ayahku tapi belum gemuk, he….. mungkin gemuknya menyusul. Lalu ada lagi foto adikku yang nggak senarsis aku, ia lebih suka senyum simple dengan gayanya yang cuek namun kadang aku pikir dengan tubuhnya yang lebih berisi diantara kami bersaudara ia tampak keren juga, cool….. men. Dan lainnya aku juga sering bernostalgia melihat-lihat foto-foto kegiatan yang pernah aku ikuti dulu bersama teman-teman, ya…. sekalian melepas rindu kepada mereka yang jauh di kampung halaman.
Bernostagia dengan melihat-lihat foto keluarga membuahkan perenungan nyeleneh di otakku…, ntah kebetulan juga karena aku sering tak disengaja melihat acara-acara gosip saat sarapan pagi atau akunya yang lagi GJ. Saat itu aku teringat akan seorang aktris yang sudah berumur dan punya beberapa orang anak, masih sempat-sempatnya bercerai lalu kawin lagi, dengan suami orang pula. Lalu si laki-lakinya juga mau, tapi mungkin karena cantik atau apalah…. Yang mereka sebut dengan cinta. Jadi terpikir apa mereka tidak punya peresaan sama sekali ya? Bagaimana perasaan pasangan atau anak-anak mereka yang mereka tinggalkan, apa nggak bakalan sedih atau malah depresi karena perceraian dan pernikahan orang tuanya lagi saat keduanya masih sama-sama hidup.
Aku merasa mungkin kalo wanita yang begitu karena ia punya perasaan ingin dilindungi yang lebih oleh orang lain,maklum wanita dianugrahi kemampuan mengunakan rasa yang cukup besar, tapi kalo laki-laki? Udah punya istri lagi? Entahlah, nyelenehnya aku hingga hampir-hampir aku berkesimpulan karena laki-laki dianugrahi 99% kemampuan menggunakan logika dan sisanya untuk perasaan, mungkin saja yang sisa itu kadang sudah tidak terbentuk lagi… hilang. Banyak kasus disekitarku, saudaraku, teman-temanku dan orang-orang yang aku pandang terhormat malah seolah tanpa bersalah mempraktekkan teori bertengkar-berpisah-kawin lagi, guyonan-guyonan ingin berselingkuh dengan wanita selain istrinya, walau guyonan, kadang sangat terasa menyakitkan.
Mungkin benar ada ungkapan, jika ingin tahu rasanya panas maka rasakanlah api, tapi jika hanya ingin tahu dan merasakan kenikmatan sebaiknya lihatlah dulu perasaan orang-orang sekitar, banyak diantara kasus-kasus keluarga yang tidak harmonis karena ayahnya menikah lagi menyisakan pukulan psikologis bagi pasangannya dan yang lebih tersiksa adalah anak-anaknya, banyak anak pintar DO dari sekolah atau universitas karena masalah orangtua, banyak mereka yang lari menjauhi masalah dengan hal-hal yang sifatnya “happy-happy”. Dan banyak anak-anak yang tak berhenti-henti menangis menyesali kenapa hal tersebut terjadi pada keluarganya dan sering cemburu pada teman-temannya yang bisa membawa orangtuanya lengkap ke acara-acara sekolah mereka. Mungkin kalo pasangan saat berpisah masih bisa disebut mantan (mantan istri/matan suami), tapi saat anak-anak ditinggalkan orang tua, takkan pernah bisa disebut sebagai mantan orang tua, dan pikiran kenapa harus terlahir dari orang tua yang tidak berperasaan itulah yang mungkin membuat anak-anak menjadi depresi.
Bisa jadi keinginan untuk nyeleweng nya mereka ada sesuatu kekhilafan, tapi permintaan maaf pun jika mereka lontarkan tidak akan bisa menghapus goresan hati dari mereka yang hatinya terluka, tersisa sampai mati. kisah nyata nenekku yang tidak mau memaafkan kakekku hingga meninggalnya yang kawin lagi saat mereka sudah punya empat anak, saat si kakek menghampiri nenek diruang tamu, nenek malah lari ke dapur, saat kakek ke dapur nenek ke serambi, saat kakek ikutan keserambi nenek masuk ke ruang tamu… hingga beberapa minggu kemudian kakekku berpisah jasad dan ruhnya, nenek tetap bersikukuh dengan pendiriannya, benar-benar tiada maaf bagimu… hal itu tidaklah mustahil bagi orang lainnya, bukan karena nenekku kurang pemahaman agamanya, atau nenekku egois, tapi masih manusiawi karena goresan luka yang ditinggalkan oleh orang-orang seperti mereka sangat dalam dan entah apa yang bisa dijadikan obatnya. Bukankah suatu beban kesalahan (mungkinkah itu dosa?) yang dibawa mati yang berhubungan dengan manusia termasuk hutang??????? Entahlah, mungkin perlu dicari referensi yang lebih akurat lagi, aku juga orang yang masih miskin akan ilmu, tak bisa mencap orang-orang tak berperasaan dan tak punya hati, tapi yang aku ingatkan pada semua pembaca jika mengalami semua itu, dimana pun posisinya berfikirlah lebih jauh, tidak hanya kesenangan semata, mungkinkah diantara manusia yang akan terlukai hatinya dengan amat sangat dalam dan perih saat berbuat demikian.
Waduh….. dari tadinya berbicara foto-foto kenangan e…. malah jadi nyeritain orang, he…..3x
Ya walau pun jadi ngalor-gidul mirip gosip ibu-ibu arisan semoga bisa diambil manfaatnya dan yang penting! kejelekannya dibuang jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh-jauh. Karena dibalik tagguhnya seorang manusia mungkin ribuan pukulan tak akan melemahkan mereka tapi kadang saat hati (perasaan) mereka yang terluka rasa sakit itu benar-benar tidak bisa ditahan dan dihilangkan begitu saja apalagi hanya dengan sekedar permintaan maaf. Mungkin orang sering bilang Allah saja maha pemaaf, masa kita yang hanya makhluk tidak mau memaafkan? Mungkin dari mulut kata maaf itu bisa disampaikan tapi dihati akan sulit sekali memaklumi, so sahabat saat kita sebagai manusia kadang sulit untuk memaafkan berfikirlah sebelum bertindak jangan sampai suatu saat kelak kita harus meminta maaf.
pesan sponsor: uneg-uneg ini terkhusus untuk mengingatkan diriku sendiri dan orang-orang yang aku cintai, love u so much family….
do the best we can do and never ending to pray just to our Lord, Allah Al-Karim!
Jauh dari sanak family menjadikan kegiatan membuka file-file foto sebagai salah satu hobiku, mengamati foto-foto ibuku yang selalu tersenyum dengan menampakkan deretan giginya yang rapi sehingga terlihat sangat manis sekali, foto ayahku yang juga suka unjuk gigi, walau pun nggak semanis ibu tapi tampak gagah dengan postur tubuhnya yang gemuk dan tinggi, 180 cm an lah, ya wajar saja jika aku berpose dengan kakakku aku akan terlihat lebih pendek, ia menuruni tingginya ayahku tapi belum gemuk, he….. mungkin gemuknya menyusul. Lalu ada lagi foto adikku yang nggak senarsis aku, ia lebih suka senyum simple dengan gayanya yang cuek namun kadang aku pikir dengan tubuhnya yang lebih berisi diantara kami bersaudara ia tampak keren juga, cool….. men. Dan lainnya aku juga sering bernostalgia melihat-lihat foto-foto kegiatan yang pernah aku ikuti dulu bersama teman-teman, ya…. sekalian melepas rindu kepada mereka yang jauh di kampung halaman.
Bernostagia dengan melihat-lihat foto keluarga membuahkan perenungan nyeleneh di otakku…, ntah kebetulan juga karena aku sering tak disengaja melihat acara-acara gosip saat sarapan pagi atau akunya yang lagi GJ. Saat itu aku teringat akan seorang aktris yang sudah berumur dan punya beberapa orang anak, masih sempat-sempatnya bercerai lalu kawin lagi, dengan suami orang pula. Lalu si laki-lakinya juga mau, tapi mungkin karena cantik atau apalah…. Yang mereka sebut dengan cinta. Jadi terpikir apa mereka tidak punya peresaan sama sekali ya? Bagaimana perasaan pasangan atau anak-anak mereka yang mereka tinggalkan, apa nggak bakalan sedih atau malah depresi karena perceraian dan pernikahan orang tuanya lagi saat keduanya masih sama-sama hidup.
Aku merasa mungkin kalo wanita yang begitu karena ia punya perasaan ingin dilindungi yang lebih oleh orang lain,maklum wanita dianugrahi kemampuan mengunakan rasa yang cukup besar, tapi kalo laki-laki? Udah punya istri lagi? Entahlah, nyelenehnya aku hingga hampir-hampir aku berkesimpulan karena laki-laki dianugrahi 99% kemampuan menggunakan logika dan sisanya untuk perasaan, mungkin saja yang sisa itu kadang sudah tidak terbentuk lagi… hilang. Banyak kasus disekitarku, saudaraku, teman-temanku dan orang-orang yang aku pandang terhormat malah seolah tanpa bersalah mempraktekkan teori bertengkar-berpisah-kawin lagi, guyonan-guyonan ingin berselingkuh dengan wanita selain istrinya, walau guyonan, kadang sangat terasa menyakitkan.
Mungkin benar ada ungkapan, jika ingin tahu rasanya panas maka rasakanlah api, tapi jika hanya ingin tahu dan merasakan kenikmatan sebaiknya lihatlah dulu perasaan orang-orang sekitar, banyak diantara kasus-kasus keluarga yang tidak harmonis karena ayahnya menikah lagi menyisakan pukulan psikologis bagi pasangannya dan yang lebih tersiksa adalah anak-anaknya, banyak anak pintar DO dari sekolah atau universitas karena masalah orangtua, banyak mereka yang lari menjauhi masalah dengan hal-hal yang sifatnya “happy-happy”. Dan banyak anak-anak yang tak berhenti-henti menangis menyesali kenapa hal tersebut terjadi pada keluarganya dan sering cemburu pada teman-temannya yang bisa membawa orangtuanya lengkap ke acara-acara sekolah mereka. Mungkin kalo pasangan saat berpisah masih bisa disebut mantan (mantan istri/matan suami), tapi saat anak-anak ditinggalkan orang tua, takkan pernah bisa disebut sebagai mantan orang tua, dan pikiran kenapa harus terlahir dari orang tua yang tidak berperasaan itulah yang mungkin membuat anak-anak menjadi depresi.
Bisa jadi keinginan untuk nyeleweng nya mereka ada sesuatu kekhilafan, tapi permintaan maaf pun jika mereka lontarkan tidak akan bisa menghapus goresan hati dari mereka yang hatinya terluka, tersisa sampai mati. kisah nyata nenekku yang tidak mau memaafkan kakekku hingga meninggalnya yang kawin lagi saat mereka sudah punya empat anak, saat si kakek menghampiri nenek diruang tamu, nenek malah lari ke dapur, saat kakek ke dapur nenek ke serambi, saat kakek ikutan keserambi nenek masuk ke ruang tamu… hingga beberapa minggu kemudian kakekku berpisah jasad dan ruhnya, nenek tetap bersikukuh dengan pendiriannya, benar-benar tiada maaf bagimu… hal itu tidaklah mustahil bagi orang lainnya, bukan karena nenekku kurang pemahaman agamanya, atau nenekku egois, tapi masih manusiawi karena goresan luka yang ditinggalkan oleh orang-orang seperti mereka sangat dalam dan entah apa yang bisa dijadikan obatnya. Bukankah suatu beban kesalahan (mungkinkah itu dosa?) yang dibawa mati yang berhubungan dengan manusia termasuk hutang??????? Entahlah, mungkin perlu dicari referensi yang lebih akurat lagi, aku juga orang yang masih miskin akan ilmu, tak bisa mencap orang-orang tak berperasaan dan tak punya hati, tapi yang aku ingatkan pada semua pembaca jika mengalami semua itu, dimana pun posisinya berfikirlah lebih jauh, tidak hanya kesenangan semata, mungkinkah diantara manusia yang akan terlukai hatinya dengan amat sangat dalam dan perih saat berbuat demikian.
Waduh….. dari tadinya berbicara foto-foto kenangan e…. malah jadi nyeritain orang, he…..3x
Ya walau pun jadi ngalor-gidul mirip gosip ibu-ibu arisan semoga bisa diambil manfaatnya dan yang penting! kejelekannya dibuang jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh-jauh. Karena dibalik tagguhnya seorang manusia mungkin ribuan pukulan tak akan melemahkan mereka tapi kadang saat hati (perasaan) mereka yang terluka rasa sakit itu benar-benar tidak bisa ditahan dan dihilangkan begitu saja apalagi hanya dengan sekedar permintaan maaf. Mungkin orang sering bilang Allah saja maha pemaaf, masa kita yang hanya makhluk tidak mau memaafkan? Mungkin dari mulut kata maaf itu bisa disampaikan tapi dihati akan sulit sekali memaklumi, so sahabat saat kita sebagai manusia kadang sulit untuk memaafkan berfikirlah sebelum bertindak jangan sampai suatu saat kelak kita harus meminta maaf.
pesan sponsor: uneg-uneg ini terkhusus untuk mengingatkan diriku sendiri dan orang-orang yang aku cintai, love u so much family….
do the best we can do and never ending to pray just to our Lord, Allah Al-Karim!
Minggu, 13 Februari 2011
Sepenggal cerita Rasa
Sepenggal Cerita Rasa
Dulu ia terlihat begitu kokoh
Diluarnya tampak seperti karang di tepian samudra
Mempesona,
Seolah takkan seekor ikan besar pun yang bisa menghancurkannya
Namum hempasan lembut ombak lah yang mengikisnya
Dan kemudian ia bercerita
Dulu,
ia pernah duduk di pinggir perapian
Menikmati cahaya ditengah gulita malam
merasakan hangat, saat ia kedinginan
hidup berasa dalam sejuta keindahan
namun,
entah mengapa api itu membesar dengan tiba-tiba
membakar bongkahan kecil dalam ruhnya
memorak porandakan semua karyanya
meninggalkan legam, selegam-legamnya rasa
dan ia benar-benar terluka
menyisakan luka dalam teriakan-teriakan yang membahana
hingga ke setiap sudut-sudut jiwa
dan sekali lagi ia benar-benar terluka
lalu dibangunnyalah sebuah bendungan rasa di jiwanya
dan,
kini di suatu tempat
Jauh di lubuk hati
Bendungan rasa itu robohlah sudah
Bersisa tetesan mutiara bening di pelupuk mata
Penyibak semua keangkuhan nan fana
Ia benar-benar tinggal kepingan
Lalu,
ia dengar suara jiwanya berteriak
Lucukah tiada maaf lagi
saat anak merindukan bapaknya
Rindu kembali tertawa seperti dulu
Bercanda dalam hangatnya
Bersama dalam cahaya keluarga
Walau,
Entah seperti apa ia kini, sudahkan kembali menjadi sepercik penghangat
atau kah…
Entah lah ia tak tahu lagi
Tak tahu seperti apa rupanya dan dimana wajah
tak tahu dimana rimba cintanya
Tak tahu dimana dimana lagi sisa-sisa kasihnya
Namun ia mencoba tersenyum
Walau tipis
Rindu ciptakan maaf
Kerinduan yang tak bisa terungkap dari lisannya
Hanya kata-kata dalam tulisan
Miss u dad!
Dulu ia terlihat begitu kokoh
Diluarnya tampak seperti karang di tepian samudra
Mempesona,
Seolah takkan seekor ikan besar pun yang bisa menghancurkannya
Namum hempasan lembut ombak lah yang mengikisnya
Dan kemudian ia bercerita
Dulu,
ia pernah duduk di pinggir perapian
Menikmati cahaya ditengah gulita malam
merasakan hangat, saat ia kedinginan
hidup berasa dalam sejuta keindahan
namun,
entah mengapa api itu membesar dengan tiba-tiba
membakar bongkahan kecil dalam ruhnya
memorak porandakan semua karyanya
meninggalkan legam, selegam-legamnya rasa
dan ia benar-benar terluka
menyisakan luka dalam teriakan-teriakan yang membahana
hingga ke setiap sudut-sudut jiwa
dan sekali lagi ia benar-benar terluka
lalu dibangunnyalah sebuah bendungan rasa di jiwanya
dan,
kini di suatu tempat
Jauh di lubuk hati
Bendungan rasa itu robohlah sudah
Bersisa tetesan mutiara bening di pelupuk mata
Penyibak semua keangkuhan nan fana
Ia benar-benar tinggal kepingan
Lalu,
ia dengar suara jiwanya berteriak
Lucukah tiada maaf lagi
saat anak merindukan bapaknya
Rindu kembali tertawa seperti dulu
Bercanda dalam hangatnya
Bersama dalam cahaya keluarga
Walau,
Entah seperti apa ia kini, sudahkan kembali menjadi sepercik penghangat
atau kah…
Entah lah ia tak tahu lagi
Tak tahu seperti apa rupanya dan dimana wajah
tak tahu dimana rimba cintanya
Tak tahu dimana dimana lagi sisa-sisa kasihnya
Namun ia mencoba tersenyum
Walau tipis
Rindu ciptakan maaf
Kerinduan yang tak bisa terungkap dari lisannya
Hanya kata-kata dalam tulisan
Miss u dad!
Selasa, 08 Februari 2011
spesial buat si coy...

saat waktu terus berjalan
detik jam terus berputar
ingatlah
ada usia yang terus menyusut
ibarat jam pasir yang pasirnya terus berkurang
namun usia tak bisa berbalik lagi
saudariku,
dunia kita adalah untuk akhirat kita
tak ada seorang pun diantara kita yang bisa saling menolong di alam sana
maka saat kita masih di dunia mari saling mengingatkan
agar jangan satu pun diantara kita yang terlena
karena dunia ini amatlah fana
love you,
smart sister ^^
Langganan:
Postingan (Atom)