Bob curtis pada tahun 1997 adalah seorang pria yang berumur 85 tahun, tapi masih penuh semangat. Ia melakukan perjalanannya sebagai misionaris ke Kenya, untuk itu ia menempuh waktu delapan hari mengikuti jalan setapak desa diluar Nairobi, karena tidak ada mobil dan jalan raya.
Sampai hari ini (tahun 1997an), Bob masih bekerja penuh waktu dalam tiga pekerjaan yang diambilnya untuk perjalanannya ke Kenya. Dia melewatkan tiga hari sepuluh jam berturut-turut setiap minggu sebagai pengemudi bagi pelelangan mobil; hari sabtu digunakan untuk bekerja di perusahaan pemakaman Dallas; dan dia juga menjadi perwakilan penjualan regional untuk sebuah perusahaan kesehatan gigi. Dengan sikap yang luar biasa Bob tersenyum dan berkata, " Apa saja yang diperlukan kalau saya mampu akan saya lakukan," dan itu rupanya adalah prinsip penuntun dalam kehidupannya.
Bob tahu, hanya soal waktu saja sebelum kehidupan berakhir baginya, maka ketika dia berada di Nairobi dia melatih satu orang lokal untuk meneruskan perkerjaannya. sejak tahun 1990, Bob berada di setiap benua dan di dua puluh lima negara. Pada saat ini dia merencanakan perjalanan ke Swedia dan Perancis. Bob bersyukur kepada Tuhan untuk kesehatannya bepergian jauh-jauh. Keyakinannya sedemikian rupa sehingga ia tidak pernah mengalami saat gelisah di luar negeri karena dia berkeyakinan kalau Tuhan memberinya tantangan, maka Tuhan akan memungkinkannya bisa melakukannya.
(di kutip dari "something to smile about", zig zilar)
Sikap Bob Curtis mungkin bisa menjadi inspirasi bagi kita, yang kadang mengaku sebagai aktivis dakwah, tapi masih memilih-milih tempat berdakwah, takut menjadi tidak terkenal atau ketakutan-ketakutan lain yang seharusnya bisa di palingkan saat tawaran didaerah-daerah kekurangan da'i memberikan peluang untuk kita. Dealapan puluh lima tahun bukan lah usia yang muda lagi tapi saat seorang non muslim percaya bahwa Tuhan selalu bersamanya, bagaimana dengan kita, yang mengaku muslim dan menyakini kalau Allah always in our side?
Wallahu 'alam.
Berbagi inspirasi dan saling menyemangati, meyakinkan setiap diri bahwa setiap masalah pasti ada hikmahnya
welcome to bala-bala blog....
Jumat, 11 November 2011
Selasa, 23 Agustus 2011
Tulisan yang menginspirasi
Tulisan yang menginspirasi
sebuah kebiasaan yang entah sengaja atau tidak aku tekuni, setelah 2 tahun semenjak operasi pengangkatan salah satu ovariumku, ketika "liburan" aku harus menangis sakit perut, mual, muntah, atau paling tidak lemas tidak bisa bergerak seperti hari biasanya dan satu lagi yang sering aku nikmati adalah tak makan makanan berat atau makanan apapun seharian. aku berfikir mungkin disanalah rahasia Allah, saat aku terkapar lemah tak berdaya, tak bisa berjalan2 kemanapun, maka aku tak perlu makan sama sekali,tak lapar dan tak juga sakit perut atau pusing seperti dihari2 normal aku telat makan. Subhanallah The Lord mistery is amazing!
tapi bukan masalah itu yang aku uraikan untuk mengenang kebasaanku ini, melainkan kegiatan yang ku lakukan saat aku harus menghabiskan liburan dari kuliah atau kerjaan yang ada nuansa paksaan ini dan tetap perlu disyukuri. bukankan Tuhan kita udah bilang saat sakit yang kita alami dijalani dengan ikhlas tanpa keluhan, maka ia dapat menjadi penggugur dosa2 kecil...(kudu dimanfaatin tuh, apalagi bagi yang dosa kecilnya udah numpuk jadi dosa besar, ^_^)
banyak mukaddimahnya ya...
nah langsung aja, ceritanya begini ne...
suatu ketika saat aku harus menyelesaikan pekerjaanku di proyek yang sudah hampir tenggat, yang aku udah janji dengan klienku akan menyelesaikannya dalam waktu 1 hari lagi, hari itu tepatnya hari kamis, dan aku juga berjanji akan memperlihatkan hasil kerjaku jumat sore, karena dalam rancanganku aku akan menyelesaikannya dalam waktu sehari. selain karena janji itu, aku juga dalam keaadan butuh uang, kalo kerjaan selesai hasil kerjaku akan di"hargai" juga, kalo selesainya jumat, maka aku tak harus menunggu sampai diturunkannya hari senin (gimanapun juga proyekannya,uang lelahku baru bisa turun dihari kerja). saat udah diancang2 begitu, tetap saja manusia berencana Tuhan lah yang menentukan,
jadi the best planning from my Lord waktu itu adalah, aku harus di"terapi" dulu, agar dosa2 ku yang udah menumpuk digugurkan dulu biar ntar di akherat aku membantu mengurangi kerjaan malaikat yang ngitungin dosa(aku pikir ngitungin dosa itu sama dengan ngitungin limbah, bikin kesel, kalo ngitung amal kebaikan mungkin kaya ngitung uang, enak....... -tapi jangan diyakini itu nggak ada dalilnya, cuma aku aja yang ngarang- ^^)
kembali ke jalur yang benar...
untuk mengurangi rasa sakitku aku berfikir sebaiknya aku tak terfokus kesana,
sehingga aku biasanya memecah fokus ku terhadap rasa sakitku dengan menonton atau membaca buku2 bacaan ringan, dan kebetulan kali ini aku ingin berbagi tentang bacaanku kali ini (sekalian resensi buku...)karena bukunya sangat menginspisi dan disisi lain aku berfikir mungkin ini cara lain Allah memberiku motifasi saat aku sudah bener2 capek, lelah dan sedikit putus asa dalam menjalankan pekerjaan dan hidupku. pengarang bukunya bernama tere liye, nggak tau juga tuh, itu nama asli apa aspal, tapi begitulah yang tertulis di bukunya. sebuah kisah yang menggambarkan 2 insan yang terjebak dalam keterkungkungan dan ketidaktahuan mereka mereka, satunya terkungkung karena tak mau berdamai dengan kesalahanya dimasa lalunya dan satu lagi terkungkung karena ketidak tahuannya terhadap lingkungan dan orang2 sekitarnya
untuk mengenal alam ciptaan yang maha kuasa ini, sampai mereka dipertemukan Tuhan dengan scenario menarik dan sehingga mereka berusaha untuk keluar dari penjara itu.
dengan segala keterbatasan, dengan seluruh keputus asaan, hingga janjiNya
"sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan" terlihat sudah.
"moga bunda disayang Allah", cerita inspiratif yang di ilhami kisah inspiratif
dan aku juga berharap setiap orang yang membacanya juga terinspirasi
tulisan ini terinspirasi juga setelah aku membaca buku tersebut
walau tulisan ku ini tak seinspiratif buku "Moga bunda disayang Allah'
setidaknya ada yang ingin tahu akan isi buku tersebut dan mendapat inspirasi, juga setelah membaca tulisan ini,mana tahu ada juga aliran kebaikan yang mengalir untuk penulis tulisan ini. maka bacalah tulisan yang menginspirasi ini, moga bisa di download.
sebuah kebiasaan yang entah sengaja atau tidak aku tekuni, setelah 2 tahun semenjak operasi pengangkatan salah satu ovariumku, ketika "liburan" aku harus menangis sakit perut, mual, muntah, atau paling tidak lemas tidak bisa bergerak seperti hari biasanya dan satu lagi yang sering aku nikmati adalah tak makan makanan berat atau makanan apapun seharian. aku berfikir mungkin disanalah rahasia Allah, saat aku terkapar lemah tak berdaya, tak bisa berjalan2 kemanapun, maka aku tak perlu makan sama sekali,tak lapar dan tak juga sakit perut atau pusing seperti dihari2 normal aku telat makan. Subhanallah The Lord mistery is amazing!
tapi bukan masalah itu yang aku uraikan untuk mengenang kebasaanku ini, melainkan kegiatan yang ku lakukan saat aku harus menghabiskan liburan dari kuliah atau kerjaan yang ada nuansa paksaan ini dan tetap perlu disyukuri. bukankan Tuhan kita udah bilang saat sakit yang kita alami dijalani dengan ikhlas tanpa keluhan, maka ia dapat menjadi penggugur dosa2 kecil...(kudu dimanfaatin tuh, apalagi bagi yang dosa kecilnya udah numpuk jadi dosa besar, ^_^)
banyak mukaddimahnya ya...
nah langsung aja, ceritanya begini ne...
suatu ketika saat aku harus menyelesaikan pekerjaanku di proyek yang sudah hampir tenggat, yang aku udah janji dengan klienku akan menyelesaikannya dalam waktu 1 hari lagi, hari itu tepatnya hari kamis, dan aku juga berjanji akan memperlihatkan hasil kerjaku jumat sore, karena dalam rancanganku aku akan menyelesaikannya dalam waktu sehari. selain karena janji itu, aku juga dalam keaadan butuh uang, kalo kerjaan selesai hasil kerjaku akan di"hargai" juga, kalo selesainya jumat, maka aku tak harus menunggu sampai diturunkannya hari senin (gimanapun juga proyekannya,uang lelahku baru bisa turun dihari kerja). saat udah diancang2 begitu, tetap saja manusia berencana Tuhan lah yang menentukan,
jadi the best planning from my Lord waktu itu adalah, aku harus di"terapi" dulu, agar dosa2 ku yang udah menumpuk digugurkan dulu biar ntar di akherat aku membantu mengurangi kerjaan malaikat yang ngitungin dosa(aku pikir ngitungin dosa itu sama dengan ngitungin limbah, bikin kesel, kalo ngitung amal kebaikan mungkin kaya ngitung uang, enak....... -tapi jangan diyakini itu nggak ada dalilnya, cuma aku aja yang ngarang- ^^)
kembali ke jalur yang benar...
untuk mengurangi rasa sakitku aku berfikir sebaiknya aku tak terfokus kesana,
sehingga aku biasanya memecah fokus ku terhadap rasa sakitku dengan menonton atau membaca buku2 bacaan ringan, dan kebetulan kali ini aku ingin berbagi tentang bacaanku kali ini (sekalian resensi buku...)karena bukunya sangat menginspisi dan disisi lain aku berfikir mungkin ini cara lain Allah memberiku motifasi saat aku sudah bener2 capek, lelah dan sedikit putus asa dalam menjalankan pekerjaan dan hidupku. pengarang bukunya bernama tere liye, nggak tau juga tuh, itu nama asli apa aspal, tapi begitulah yang tertulis di bukunya. sebuah kisah yang menggambarkan 2 insan yang terjebak dalam keterkungkungan dan ketidaktahuan mereka mereka, satunya terkungkung karena tak mau berdamai dengan kesalahanya dimasa lalunya dan satu lagi terkungkung karena ketidak tahuannya terhadap lingkungan dan orang2 sekitarnya
untuk mengenal alam ciptaan yang maha kuasa ini, sampai mereka dipertemukan Tuhan dengan scenario menarik dan sehingga mereka berusaha untuk keluar dari penjara itu.
dengan segala keterbatasan, dengan seluruh keputus asaan, hingga janjiNya
"sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan" terlihat sudah.
"moga bunda disayang Allah", cerita inspiratif yang di ilhami kisah inspiratif
dan aku juga berharap setiap orang yang membacanya juga terinspirasi
tulisan ini terinspirasi juga setelah aku membaca buku tersebut
walau tulisan ku ini tak seinspiratif buku "Moga bunda disayang Allah'
setidaknya ada yang ingin tahu akan isi buku tersebut dan mendapat inspirasi, juga setelah membaca tulisan ini,mana tahu ada juga aliran kebaikan yang mengalir untuk penulis tulisan ini. maka bacalah tulisan yang menginspirasi ini, moga bisa di download.
Minggu, 03 Juli 2011
Yang tak sengaja tersamarkan…
Yang tak sengaja tersamarkan…
Hidup berjalan terus, tanpa kenal waktu… demikian juga perjalanan hidup manusia. Dalam menempuh hidupnya ada ungkapan bahwa manusia itu hidup bagaikan seorang perantau yang nanti akan kembali ke kampung halamannya dan tentunya akan sia-sia saat ia pulang tanpa membawa sesuatu apapun. Dan dalam masa perantauan salah satu bekal yang akan dibawanya pulang ada ilmu…
Ilmu,terutama ilmu agama ibaratkan cahaya, ia akan masuk kedalam hati penimbanya hanya jika hati itu bersih dan bening, saat ia buram maka ia akan masuk dengan samar-samar, saat ia kotor dan gelap ia takkan menyentuh hati sama sekali. Maka tak heran jika dulu kita merasa menguasai suatu ilmu dan kemudian tanpa alasan jelas kita bisa terlupa. Misalnya seseorang yang dulunya sangat berhati-hati dalam hal menjaga pandangan terutama dalam melihat hal-hal yang tanpa ia ketahui akan merusak hatinya itu menjadi “pencandu TV”. Hal ini dapat bermula dari mengabaikan ilmu yang mengajarkan kita berhati-hati, saat ia melihat adegan pelukan pasangan “yang tak seharusnya” dengan sengaja ataukan tidak ia mengatakankan pada dirinya “ah nggak pa pa lah”. Menyepelekan hal yang kecil ini bisa membuat ia suatu saat menikmati tontonan yang lebih lagi, seperti sudah tidak merasa tabu lagi melihat adegan “kissing” dan “unpolite” lainnya.
Satu contoh tersebut dimulai saat ia memburamkan hatinya tanpa sengaja, hingga akahirnya ia terlupa aturan-aturan Rabbnya bahwa menjaga pandangan itu tidak hanya saat berhadap dengan lawan jenis, tapi juga saat sendiri dan kondisi apapun. Sesama jenis pun ada batasan aurat yang tidak boleh dilihat.
Dan saat kita termasuk salah satu diantara mereka tak ada salahnya untuk kembali kepada Sang Pengampun, bersihkan kembali kotoran-kotoran penyelimut hati. Sebelum diakhirat hisab akan semakin berat. Biarkan cahaya ilmu masuk ke hati dan menjadikan jiwa bersinar. Karena hati yang bersih adalah suatu keajaiban. Seorang yang tak jenius bisa menjadi smart, seorang yang tak banyak bicara akan mudah dimengerti orang lain, seorang yang wajahnya biasa saja akan mempesonakan setiap orang yang memandangnya. Dan karena dibalik semua itu ada pancaran cahaya Sang Penguasa langit dan seluruh isinya yang terselubung.
Wallahu alam.
Hidup berjalan terus, tanpa kenal waktu… demikian juga perjalanan hidup manusia. Dalam menempuh hidupnya ada ungkapan bahwa manusia itu hidup bagaikan seorang perantau yang nanti akan kembali ke kampung halamannya dan tentunya akan sia-sia saat ia pulang tanpa membawa sesuatu apapun. Dan dalam masa perantauan salah satu bekal yang akan dibawanya pulang ada ilmu…
Ilmu,terutama ilmu agama ibaratkan cahaya, ia akan masuk kedalam hati penimbanya hanya jika hati itu bersih dan bening, saat ia buram maka ia akan masuk dengan samar-samar, saat ia kotor dan gelap ia takkan menyentuh hati sama sekali. Maka tak heran jika dulu kita merasa menguasai suatu ilmu dan kemudian tanpa alasan jelas kita bisa terlupa. Misalnya seseorang yang dulunya sangat berhati-hati dalam hal menjaga pandangan terutama dalam melihat hal-hal yang tanpa ia ketahui akan merusak hatinya itu menjadi “pencandu TV”. Hal ini dapat bermula dari mengabaikan ilmu yang mengajarkan kita berhati-hati, saat ia melihat adegan pelukan pasangan “yang tak seharusnya” dengan sengaja ataukan tidak ia mengatakankan pada dirinya “ah nggak pa pa lah”. Menyepelekan hal yang kecil ini bisa membuat ia suatu saat menikmati tontonan yang lebih lagi, seperti sudah tidak merasa tabu lagi melihat adegan “kissing” dan “unpolite” lainnya.
Satu contoh tersebut dimulai saat ia memburamkan hatinya tanpa sengaja, hingga akahirnya ia terlupa aturan-aturan Rabbnya bahwa menjaga pandangan itu tidak hanya saat berhadap dengan lawan jenis, tapi juga saat sendiri dan kondisi apapun. Sesama jenis pun ada batasan aurat yang tidak boleh dilihat.
Dan saat kita termasuk salah satu diantara mereka tak ada salahnya untuk kembali kepada Sang Pengampun, bersihkan kembali kotoran-kotoran penyelimut hati. Sebelum diakhirat hisab akan semakin berat. Biarkan cahaya ilmu masuk ke hati dan menjadikan jiwa bersinar. Karena hati yang bersih adalah suatu keajaiban. Seorang yang tak jenius bisa menjadi smart, seorang yang tak banyak bicara akan mudah dimengerti orang lain, seorang yang wajahnya biasa saja akan mempesonakan setiap orang yang memandangnya. Dan karena dibalik semua itu ada pancaran cahaya Sang Penguasa langit dan seluruh isinya yang terselubung.
Wallahu alam.
Sabtu, 11 Juni 2011
Minggu, 03 April 2011
Profil Muhammad Badi’ Al-Majid Sami; Mursyid Am Ikhwanul Muslimin Kedelapan | Al-Ikhwan.net
Kamis, 24 Maret 2011
Dari nostalgia kenangan lama…
Dari nostalgia kenangan lama…
Jauh dari sanak family menjadikan kegiatan membuka file-file foto sebagai salah satu hobiku, mengamati foto-foto ibuku yang selalu tersenyum dengan menampakkan deretan giginya yang rapi sehingga terlihat sangat manis sekali, foto ayahku yang juga suka unjuk gigi, walau pun nggak semanis ibu tapi tampak gagah dengan postur tubuhnya yang gemuk dan tinggi, 180 cm an lah, ya wajar saja jika aku berpose dengan kakakku aku akan terlihat lebih pendek, ia menuruni tingginya ayahku tapi belum gemuk, he….. mungkin gemuknya menyusul. Lalu ada lagi foto adikku yang nggak senarsis aku, ia lebih suka senyum simple dengan gayanya yang cuek namun kadang aku pikir dengan tubuhnya yang lebih berisi diantara kami bersaudara ia tampak keren juga, cool….. men. Dan lainnya aku juga sering bernostalgia melihat-lihat foto-foto kegiatan yang pernah aku ikuti dulu bersama teman-teman, ya…. sekalian melepas rindu kepada mereka yang jauh di kampung halaman.
Bernostagia dengan melihat-lihat foto keluarga membuahkan perenungan nyeleneh di otakku…, ntah kebetulan juga karena aku sering tak disengaja melihat acara-acara gosip saat sarapan pagi atau akunya yang lagi GJ. Saat itu aku teringat akan seorang aktris yang sudah berumur dan punya beberapa orang anak, masih sempat-sempatnya bercerai lalu kawin lagi, dengan suami orang pula. Lalu si laki-lakinya juga mau, tapi mungkin karena cantik atau apalah…. Yang mereka sebut dengan cinta. Jadi terpikir apa mereka tidak punya peresaan sama sekali ya? Bagaimana perasaan pasangan atau anak-anak mereka yang mereka tinggalkan, apa nggak bakalan sedih atau malah depresi karena perceraian dan pernikahan orang tuanya lagi saat keduanya masih sama-sama hidup.
Aku merasa mungkin kalo wanita yang begitu karena ia punya perasaan ingin dilindungi yang lebih oleh orang lain,maklum wanita dianugrahi kemampuan mengunakan rasa yang cukup besar, tapi kalo laki-laki? Udah punya istri lagi? Entahlah, nyelenehnya aku hingga hampir-hampir aku berkesimpulan karena laki-laki dianugrahi 99% kemampuan menggunakan logika dan sisanya untuk perasaan, mungkin saja yang sisa itu kadang sudah tidak terbentuk lagi… hilang. Banyak kasus disekitarku, saudaraku, teman-temanku dan orang-orang yang aku pandang terhormat malah seolah tanpa bersalah mempraktekkan teori bertengkar-berpisah-kawin lagi, guyonan-guyonan ingin berselingkuh dengan wanita selain istrinya, walau guyonan, kadang sangat terasa menyakitkan.
Mungkin benar ada ungkapan, jika ingin tahu rasanya panas maka rasakanlah api, tapi jika hanya ingin tahu dan merasakan kenikmatan sebaiknya lihatlah dulu perasaan orang-orang sekitar, banyak diantara kasus-kasus keluarga yang tidak harmonis karena ayahnya menikah lagi menyisakan pukulan psikologis bagi pasangannya dan yang lebih tersiksa adalah anak-anaknya, banyak anak pintar DO dari sekolah atau universitas karena masalah orangtua, banyak mereka yang lari menjauhi masalah dengan hal-hal yang sifatnya “happy-happy”. Dan banyak anak-anak yang tak berhenti-henti menangis menyesali kenapa hal tersebut terjadi pada keluarganya dan sering cemburu pada teman-temannya yang bisa membawa orangtuanya lengkap ke acara-acara sekolah mereka. Mungkin kalo pasangan saat berpisah masih bisa disebut mantan (mantan istri/matan suami), tapi saat anak-anak ditinggalkan orang tua, takkan pernah bisa disebut sebagai mantan orang tua, dan pikiran kenapa harus terlahir dari orang tua yang tidak berperasaan itulah yang mungkin membuat anak-anak menjadi depresi.
Bisa jadi keinginan untuk nyeleweng nya mereka ada sesuatu kekhilafan, tapi permintaan maaf pun jika mereka lontarkan tidak akan bisa menghapus goresan hati dari mereka yang hatinya terluka, tersisa sampai mati. kisah nyata nenekku yang tidak mau memaafkan kakekku hingga meninggalnya yang kawin lagi saat mereka sudah punya empat anak, saat si kakek menghampiri nenek diruang tamu, nenek malah lari ke dapur, saat kakek ke dapur nenek ke serambi, saat kakek ikutan keserambi nenek masuk ke ruang tamu… hingga beberapa minggu kemudian kakekku berpisah jasad dan ruhnya, nenek tetap bersikukuh dengan pendiriannya, benar-benar tiada maaf bagimu… hal itu tidaklah mustahil bagi orang lainnya, bukan karena nenekku kurang pemahaman agamanya, atau nenekku egois, tapi masih manusiawi karena goresan luka yang ditinggalkan oleh orang-orang seperti mereka sangat dalam dan entah apa yang bisa dijadikan obatnya. Bukankah suatu beban kesalahan (mungkinkah itu dosa?) yang dibawa mati yang berhubungan dengan manusia termasuk hutang??????? Entahlah, mungkin perlu dicari referensi yang lebih akurat lagi, aku juga orang yang masih miskin akan ilmu, tak bisa mencap orang-orang tak berperasaan dan tak punya hati, tapi yang aku ingatkan pada semua pembaca jika mengalami semua itu, dimana pun posisinya berfikirlah lebih jauh, tidak hanya kesenangan semata, mungkinkah diantara manusia yang akan terlukai hatinya dengan amat sangat dalam dan perih saat berbuat demikian.
Waduh….. dari tadinya berbicara foto-foto kenangan e…. malah jadi nyeritain orang, he…..3x
Ya walau pun jadi ngalor-gidul mirip gosip ibu-ibu arisan semoga bisa diambil manfaatnya dan yang penting! kejelekannya dibuang jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh-jauh. Karena dibalik tagguhnya seorang manusia mungkin ribuan pukulan tak akan melemahkan mereka tapi kadang saat hati (perasaan) mereka yang terluka rasa sakit itu benar-benar tidak bisa ditahan dan dihilangkan begitu saja apalagi hanya dengan sekedar permintaan maaf. Mungkin orang sering bilang Allah saja maha pemaaf, masa kita yang hanya makhluk tidak mau memaafkan? Mungkin dari mulut kata maaf itu bisa disampaikan tapi dihati akan sulit sekali memaklumi, so sahabat saat kita sebagai manusia kadang sulit untuk memaafkan berfikirlah sebelum bertindak jangan sampai suatu saat kelak kita harus meminta maaf.
pesan sponsor: uneg-uneg ini terkhusus untuk mengingatkan diriku sendiri dan orang-orang yang aku cintai, love u so much family….
do the best we can do and never ending to pray just to our Lord, Allah Al-Karim!
Jauh dari sanak family menjadikan kegiatan membuka file-file foto sebagai salah satu hobiku, mengamati foto-foto ibuku yang selalu tersenyum dengan menampakkan deretan giginya yang rapi sehingga terlihat sangat manis sekali, foto ayahku yang juga suka unjuk gigi, walau pun nggak semanis ibu tapi tampak gagah dengan postur tubuhnya yang gemuk dan tinggi, 180 cm an lah, ya wajar saja jika aku berpose dengan kakakku aku akan terlihat lebih pendek, ia menuruni tingginya ayahku tapi belum gemuk, he….. mungkin gemuknya menyusul. Lalu ada lagi foto adikku yang nggak senarsis aku, ia lebih suka senyum simple dengan gayanya yang cuek namun kadang aku pikir dengan tubuhnya yang lebih berisi diantara kami bersaudara ia tampak keren juga, cool….. men. Dan lainnya aku juga sering bernostalgia melihat-lihat foto-foto kegiatan yang pernah aku ikuti dulu bersama teman-teman, ya…. sekalian melepas rindu kepada mereka yang jauh di kampung halaman.
Bernostagia dengan melihat-lihat foto keluarga membuahkan perenungan nyeleneh di otakku…, ntah kebetulan juga karena aku sering tak disengaja melihat acara-acara gosip saat sarapan pagi atau akunya yang lagi GJ. Saat itu aku teringat akan seorang aktris yang sudah berumur dan punya beberapa orang anak, masih sempat-sempatnya bercerai lalu kawin lagi, dengan suami orang pula. Lalu si laki-lakinya juga mau, tapi mungkin karena cantik atau apalah…. Yang mereka sebut dengan cinta. Jadi terpikir apa mereka tidak punya peresaan sama sekali ya? Bagaimana perasaan pasangan atau anak-anak mereka yang mereka tinggalkan, apa nggak bakalan sedih atau malah depresi karena perceraian dan pernikahan orang tuanya lagi saat keduanya masih sama-sama hidup.
Aku merasa mungkin kalo wanita yang begitu karena ia punya perasaan ingin dilindungi yang lebih oleh orang lain,maklum wanita dianugrahi kemampuan mengunakan rasa yang cukup besar, tapi kalo laki-laki? Udah punya istri lagi? Entahlah, nyelenehnya aku hingga hampir-hampir aku berkesimpulan karena laki-laki dianugrahi 99% kemampuan menggunakan logika dan sisanya untuk perasaan, mungkin saja yang sisa itu kadang sudah tidak terbentuk lagi… hilang. Banyak kasus disekitarku, saudaraku, teman-temanku dan orang-orang yang aku pandang terhormat malah seolah tanpa bersalah mempraktekkan teori bertengkar-berpisah-kawin lagi, guyonan-guyonan ingin berselingkuh dengan wanita selain istrinya, walau guyonan, kadang sangat terasa menyakitkan.
Mungkin benar ada ungkapan, jika ingin tahu rasanya panas maka rasakanlah api, tapi jika hanya ingin tahu dan merasakan kenikmatan sebaiknya lihatlah dulu perasaan orang-orang sekitar, banyak diantara kasus-kasus keluarga yang tidak harmonis karena ayahnya menikah lagi menyisakan pukulan psikologis bagi pasangannya dan yang lebih tersiksa adalah anak-anaknya, banyak anak pintar DO dari sekolah atau universitas karena masalah orangtua, banyak mereka yang lari menjauhi masalah dengan hal-hal yang sifatnya “happy-happy”. Dan banyak anak-anak yang tak berhenti-henti menangis menyesali kenapa hal tersebut terjadi pada keluarganya dan sering cemburu pada teman-temannya yang bisa membawa orangtuanya lengkap ke acara-acara sekolah mereka. Mungkin kalo pasangan saat berpisah masih bisa disebut mantan (mantan istri/matan suami), tapi saat anak-anak ditinggalkan orang tua, takkan pernah bisa disebut sebagai mantan orang tua, dan pikiran kenapa harus terlahir dari orang tua yang tidak berperasaan itulah yang mungkin membuat anak-anak menjadi depresi.
Bisa jadi keinginan untuk nyeleweng nya mereka ada sesuatu kekhilafan, tapi permintaan maaf pun jika mereka lontarkan tidak akan bisa menghapus goresan hati dari mereka yang hatinya terluka, tersisa sampai mati. kisah nyata nenekku yang tidak mau memaafkan kakekku hingga meninggalnya yang kawin lagi saat mereka sudah punya empat anak, saat si kakek menghampiri nenek diruang tamu, nenek malah lari ke dapur, saat kakek ke dapur nenek ke serambi, saat kakek ikutan keserambi nenek masuk ke ruang tamu… hingga beberapa minggu kemudian kakekku berpisah jasad dan ruhnya, nenek tetap bersikukuh dengan pendiriannya, benar-benar tiada maaf bagimu… hal itu tidaklah mustahil bagi orang lainnya, bukan karena nenekku kurang pemahaman agamanya, atau nenekku egois, tapi masih manusiawi karena goresan luka yang ditinggalkan oleh orang-orang seperti mereka sangat dalam dan entah apa yang bisa dijadikan obatnya. Bukankah suatu beban kesalahan (mungkinkah itu dosa?) yang dibawa mati yang berhubungan dengan manusia termasuk hutang??????? Entahlah, mungkin perlu dicari referensi yang lebih akurat lagi, aku juga orang yang masih miskin akan ilmu, tak bisa mencap orang-orang tak berperasaan dan tak punya hati, tapi yang aku ingatkan pada semua pembaca jika mengalami semua itu, dimana pun posisinya berfikirlah lebih jauh, tidak hanya kesenangan semata, mungkinkah diantara manusia yang akan terlukai hatinya dengan amat sangat dalam dan perih saat berbuat demikian.
Waduh….. dari tadinya berbicara foto-foto kenangan e…. malah jadi nyeritain orang, he…..3x
Ya walau pun jadi ngalor-gidul mirip gosip ibu-ibu arisan semoga bisa diambil manfaatnya dan yang penting! kejelekannya dibuang jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh-jauh. Karena dibalik tagguhnya seorang manusia mungkin ribuan pukulan tak akan melemahkan mereka tapi kadang saat hati (perasaan) mereka yang terluka rasa sakit itu benar-benar tidak bisa ditahan dan dihilangkan begitu saja apalagi hanya dengan sekedar permintaan maaf. Mungkin orang sering bilang Allah saja maha pemaaf, masa kita yang hanya makhluk tidak mau memaafkan? Mungkin dari mulut kata maaf itu bisa disampaikan tapi dihati akan sulit sekali memaklumi, so sahabat saat kita sebagai manusia kadang sulit untuk memaafkan berfikirlah sebelum bertindak jangan sampai suatu saat kelak kita harus meminta maaf.
pesan sponsor: uneg-uneg ini terkhusus untuk mengingatkan diriku sendiri dan orang-orang yang aku cintai, love u so much family….
do the best we can do and never ending to pray just to our Lord, Allah Al-Karim!
Langganan:
Postingan (Atom)