welcome to bala-bala blog....

Assalamua'laikum please enjoy the text... ^^ Bismillahirrahmanirrahim, In the name of Allah who is most gracious and most merciful

Kamis, 11 Maret 2010

Berbagi lewat kata













Pengisi ruang kosong di sudut hati

(Mujahadah Aisyiah Al Mutafa’il)


Disudut hati itu ada ruang kosong

Hanya secuil

Tapi sungguh membuat hampa

Sehampa ruang angkasa

Yang membuat segalanya melayang

Konsentrasi, kejernihan pikiran dan kesadaran juga dihempaskannya tak tentu arah

Terombang ambing kehampaan dan kehampaan

Ia hanya secuil kehampaan

Mungkin perlu di isi

Isi yang kaya makna, pesona

Menahan segala kegungcangan jiwa

Ada yang bilang isinya adalah pasangan hidup

Maka aku pun mencarinya dicelah-celah mata

Diantara bening bola mata yang bergerak jenaka

Tapi ia menghentak jiwaku

Dan aku terpental makin jauh di ruang hampa

Tengah begulat dengan arah yang tak jelas di tengah kehampaanku

Aku pun menndengar bisikan-bisikan menggiurkan

“Yang bisa mengisi hatimu adalah kekasih, carilah ia”

Lalu aku mencari ditengah sibuknya manusia-manusia yang tertawa dan tersenyum bahagia

Dikerumunan pekerjaan dan pembicaraan yang melenakan jiwa

Lalu aku terpana, ternganga terkena rayuan mayat-mayat kemayu

Hingga terlempar lagi aku

Terlempar makin jauh, mencari pengisi ruang kosong disudut hati

Tak sanggup lagi, terseok-seok arus

Mungkin aku menyerah saja, Mengikuti bisikan jiwa

Lalu aku mengadah dan bersipuh padaNya

Hingga sekerat cinta mengisi sudut hati yang kosong

Cinta akan ridho dan keampunnanNya

Bandung Feb 3rd, 2010

Menuai Inspirasi

Ada dua laut di palestina, yang satu segar dan banyak ikannya. Tepinya kaya, kehijauan. Pohon-pohon menjulurkan cabang-cabang diatasnya, sementara akar-akarnya yang haus menyerap air yang menyembuhkan.

Sungai Yordan, menjadikan laut ini dengan air pegunungan yang berkilauan. Maka ia tampak tertawa saat ditimpa sinaran mentari. Banyak orang membangun rumahnya dekat sungai ini dan burung-burung menata sarangnya diatas pepohonan ditepiannya. Seakan tiap jenis kehidupan menjadi lebih bahagia berkat sungai ini.

Sungai Yordan mengalir terus ke selatan… kelaut yang laut yang lain

Di laut ini tak ada ikan yang berkeriapan, tak ada dedaunan melambai menggoda, tak ada cericit dan kicau burung dan tak ada tawaria anak-anak. Para pelancong tak mau melewatinya dan pasti memilih rute lain kecuali ia punya urusan yang sangat mendesak. Udara di atas airnya berat. Manusia dan binatang apapun tak akan meminum airnya.

Jadi apa yang membuatnya berbeda? Dua laut yang berdekatan. Tentu bukan sungai Yordan. Ia mengalirkan air yang sama baiknya kepada kedua laut ini.

Inilah berdanya, laut pertama, laut Galilea menerima dan tidak menyimpannya. Ia tidak menahan air sungai Yordan. Untuk setiap tetes yang mengalir ke dalamnya ada setetes yang mengalir keluar. Ia meneriama dan memberi. Ia berbagi. Seimbang…

Laut yang satunya, menimbun pemasukannya. Setiap tetes yang diterima ia tahan. Ia simpan sebagai perbendaharaan.

Laut Galilea berbagi dan hidup. Laut yang satunya tak pernah memberi apa-apa. Namanya Laut Mati…

Ada dua tipe manusia didunia. Ada dua laut di Palestina.

(Bruce Barton, The Man Nobody Knows dalam Gue Never Die)