"kisah nyam2.."
mungkin rasa sepi dan juga rasa kangen terhadap orang-orang yang dicintainya, atau mungkin level errornya sudah memuncak.... entahlah yang jelas ada diantara faktor-faktor tersebut yang membuat kreatifitas anak itu muncul ladi dengan ide baru, ter up date atau 1 lagi mungkin karena kelebihan pulsa gratis dan bingung mau di pake buat apa lagi, maka berinisiatiflah ia mengabari teman-temannya dengan suatu pesan singkat, begini kira-kira isi pesan itu:
^^ nyam.
nyam.
nyam2..
nyam...3x
nyam...5x
nyam....100x
nyam.......~ (baca tak hingga)
lantas ingin tahu lah ia bagaimana teman2nya mendefenisikan pesan singkat itu...
begini diantaranya:
1. rang kini sadang makan lo nyo
nyam....100x,
mungkin artinya yang membalas sms ini sedang makan dengan penuh rasa nikmat...
2. is...3x apo lo maksud e tu? makan surang-surang se...,
artinya sekitar minta dong klu lagi makan enak...
3. nggak ngaruh...
nggak ngaruh...3x
awak tadi lah makan tadi malam nyoh... wek...wek...wek...,
ais... yang ini kasihan sekali kabita tampaknya, hua..... he...^^
4. ada tidak membalas sama sekali, dan ini yang paling banyak, entah apa yang dipikiran mereka, mungkin yang menerima pesan merasa heran, apa yang sdang terjadi dengan pengirimmnya, salah, salah kirim atau salah kasih obat....???? entahlah...
lantas sebenarnya maksud si anak ini?
lalu bercerita lah ia...
suatu siang sewaktu jam makan siang siang, ia tengah menikmati santap siang, ada lauk kirimam emak dari kampung halaman nikmat ditambah kerupuk (katanya yang ini spesial), duhai makannya benar2 enak, tapi sayang perkaranya bukan disana tapi.... selepas itu,
selepas ia makan ia berencana hendak mandi, tapi karena teringat pesan ninik mamaknya eh maksudnya orang tua-tua dulu tidak baik mandi setelah makan, maka menurutlah ia, dari pada kena getahnya, kan nantinya ia jadi susah, mau dibersihin pake apa...
kembali lagi ke cerita, lalu duduklah ia di ruang kamar kosannya yang kecil dan sempit sambil menikmati angin nan bertiup, lembut...lembut dan lembut..., hingga karena sangat lembutnya tertidur la ia, tidur tanpa ingat apa-apa, tidak ingat kalo sebentar lagi harus jum'atan, tidak ingat mak bapaknya di kampung halaman dan tidak ingat segala-galanya.... (namanya juga tidur) dan satu hal lagi yang tidak ingat adalah meletakkan sisa lauknya tadi di tempat yang aman, maka kemudian datanglah seekor semut, lalu ia mencicipi lautnya, nyam.
kemudian yang seekor tadi promosi kepada temannya seraya meminta untuk mencicipi, maka semut yang satu ini juga mencicipi, nyam.
karena sepakat lauk tersebut enak, maka makan lah mereka berdua, nyam2..
sekonyong-konyong enaknya bunyi kudapan mereka maka berdatangan pula lah teman-temannya yang lain...
datang 3 lagi, nyam...3x
bertambah lagi, nyam...5x
sekampung semut datang, nyam....100x ,
lalu bekampung-kampung semut datang....Nyam....~.
hingga tak ada lagi sedikit pun lauk bersisa.
seusai pesta besar bersama warga berkampung-kampung semut maka bubarlah mereka dengan damai, sedamai tidurnya si anak tadi......
ssttttt...... bentar dia ada ralat, ia tidur memang dalam damai
tapi bangunnya dengan pikiran ramai...................
sangat ramainya, maka hanya pesan-pesan pendek tadi yang bisa terhambur dari pikirannya.....
dan ia bertanya adakah orang yag turut berduka cita dengan nya????????
ternyata......
(di pesan singkat jawabnya)
nah kita sebagai orang-orang yang berada diluar skenario error orang-orang tersebut sebaik kita turut mengambil hikmah, sebenarnya Allah menciptakan setiap segala sesuatu itu ada maksud,tujuan dan penjelasannya meskipun hal error sekalipun,
kalo mungkin kita bisa berbagi saya melihatnya terdapat ajaran dimana jika kita lagi punya masalah tak ada salahnya berbagi dengan orang lain ya... walau ntar tanggapannya sangat berbeda-beda tapi saya yakin toh akan menghibur juga walau ada sedikit kesedihan yang mungkin kadang tak bisa kita hindari.
mungkin juga dari semua itu akan membuat kita lebih bijak dalam menyikapi segala sesuatu tanpa terburu-buru dan tanpa berburuk sangka terlebih dahulu. ^^.*
*cerita ini hanya fiktif semata walau sebagian dicuplik dari kisah nyata.
note:
buat sadonyo yang menerima sms, itu merupakan wujud rasa kangen, rindu dan taragak dan ingin kembali bersama... terimakasih untuk teman2 yang sudah membalasnya dengan berbagai macam apresiasi, semua balasan itu sangatlah berharga dan menghibur, melepaskan kerinduan akan kampung halaman dan keinginan untuk berusil-usil ria seperti saat kita masih muda dulu.... mis u....
Berbagi inspirasi dan saling menyemangati, meyakinkan setiap diri bahwa setiap masalah pasti ada hikmahnya
welcome to bala-bala blog....
Jumat, 28 Januari 2011
Senin, 10 Januari 2011
2-286
ternyata mengetahui kebenaran janji Allah itu sangatlah mudah,tinggal melihat dan memperhatikan semua yang di ciptakannya, maka tak heranlah kenapa Allah sering mengulang-ulang kata "orang2 yang berakal" dalam kitab sucinya,dan hanyalah saat kita berakal jernih semua tanda2 dan janji2 Allah itu akan terlihat. janji Allah dalam Albaqarah ayat terakhirnya terbukti jelas hari ini di depan q,
" Allah tidak akan membebani seseorang sesuai dengan kesanggupannya"...
untuk saudari.q yang Allah amanahkan ujian besar untukmu semoga engkau menjadi wanita yang semakin tegar dansaat engkau menjalani semua ini tampaklah bahwa engkau adalah wanita yang kuat dan tegar lebih dari q yang mungkin akan selalu menguraikan air mata saat semua yang kau jalani di anamahkan Allah pada q. insyaAllah ada rahasia Allah dibalik sebuah pengunduran dirimu ukh, q ingat lagi petuah sahabatku dulu yang juga hadirnya menjadi inspirasi hidup q
"semua yang terjadi pasti ada hikmahnya, kalau tidak tampak hari ini, mungkin akan hadir di waktu lain yang lebih tepat"
dan malam ini juga aku dapatkan petuah indah seorang motivator indonesia,jika kita dapt cobaan2 kecil berarti sekecil itu pulalah diri kita dalam berusaha, dan saat cobaan2 yang datang datang adalh cobaan2 besar maka bersiap siaplah menjadi orang2 besar pula, dan semoga kita dapat selalu berdo'a untuk tidak meminta keringan atas cobaan untuk kita, tapi meminta kita di beri kekuaatan, keberanian, keteguahan hati dan keberhasilan saat kita menjalani suatu masalah. Aamin...
terimakasih untuk setiap orang yang hadir dalam hidup q walau mungkin kita hanya bertemu sedetik waktu,
sekilas pandangan,
atau hanya sekelebat bayangan,
semoga qt makin bisa menjadi "org2 yg berakal"yang dimaksudkan Sang MuRabby
orang2 yang berakal yang memahami ayat-ayatNya.
" Allah tidak akan membebani seseorang sesuai dengan kesanggupannya"...
untuk saudari.q yang Allah amanahkan ujian besar untukmu semoga engkau menjadi wanita yang semakin tegar dansaat engkau menjalani semua ini tampaklah bahwa engkau adalah wanita yang kuat dan tegar lebih dari q yang mungkin akan selalu menguraikan air mata saat semua yang kau jalani di anamahkan Allah pada q. insyaAllah ada rahasia Allah dibalik sebuah pengunduran dirimu ukh, q ingat lagi petuah sahabatku dulu yang juga hadirnya menjadi inspirasi hidup q
"semua yang terjadi pasti ada hikmahnya, kalau tidak tampak hari ini, mungkin akan hadir di waktu lain yang lebih tepat"
dan malam ini juga aku dapatkan petuah indah seorang motivator indonesia,jika kita dapt cobaan2 kecil berarti sekecil itu pulalah diri kita dalam berusaha, dan saat cobaan2 yang datang datang adalh cobaan2 besar maka bersiap siaplah menjadi orang2 besar pula, dan semoga kita dapat selalu berdo'a untuk tidak meminta keringan atas cobaan untuk kita, tapi meminta kita di beri kekuaatan, keberanian, keteguahan hati dan keberhasilan saat kita menjalani suatu masalah. Aamin...
terimakasih untuk setiap orang yang hadir dalam hidup q walau mungkin kita hanya bertemu sedetik waktu,
sekilas pandangan,
atau hanya sekelebat bayangan,
semoga qt makin bisa menjadi "org2 yg berakal"yang dimaksudkan Sang MuRabby
orang2 yang berakal yang memahami ayat-ayatNya.
Selasa, 04 Januari 2011
Minggu, 02 Januari 2011
MALAM PERGANTIAN
Malam itu tak seperti malam dengan tanggal yang sama di tahun-tahun sebelumnya, biasanya ia menikmati setiap malam dengan ritual yang sama denga malam-malam lainnya, saat jari-jari jam dinding mendayu-dayu membawanya ke alam yang tak terdefenisikan, lalu melayang lah ia kedalam pangkuan malam, tenang dan nikmat…
Tapi malam ini tepatnya dua tahun ini agak sedikit berbeda, setiap malam dengan moment yang sama seolah-olah orang-orang disekitarnya bersepakat untuk membuat polusi suara, tanpa peduli siapapun terganggu, atau mungkin karena orang-orang itu sudah mulai menerapkankan konsep positif thinking, ya dalam artian semua orang akan menikmati polusi-polusi yang mereka buat bagai pencinta puisi yang mendengarkan syair-syair merdu langsung dilantunkan oleh pujangga pujaan mereka. Entahlah dunia ini selalu berubah…
Lalu tiba-tiba ia teringat akan hukum Gauss yang diajarkan oleh guru kimianya dulu… hukum ketidak teraturan,’kesembrautan’. Simplenya begini kisah tentang hukum itu, alam semesta itu akan selalu bergerak menuju ketidak teraturan dan kekusutan contoh kecilnya saja, kalo disetiap pagi hari orang-orang yang mau berangkat bekerja sudah berdandan dengan sempurna, bajunya rapi, wajahnya cling, senyumnya masih simetris…. Tapi udah fitrahnya dengan sendirinya baju tersebut bisa jadi kusut lagi, wajah jadi kusam, senyumamnya mungkin jadi berubah bentuk seperti tanda halilintar di jidad harry potter…. Makanya bagaimana pun lamanya orang-orang merapikan dirinya ia tetap perlu memperbaikinya lagi, karena disantet dengan ilmu apapun hukum Gauss tetap berlaku…
Dan tampaklah ia mangut-mangut sendiri di malam yang tak sepi lagi itu, mungkin tidak hanya baju yang terkena hukum gauss tapi juga perangai orang-orang disekitarnya terimbas juga, entahlah…
Ia mencoba kembali memejamkan matanya, menikmati kasur yang membenamkannya diantara busa-busa berongga hingga punggungnya berhasil merasakan kerasnya lantai kamarnya, namum entah roh jahat apa yang mengganggu pikiranya sehingga membuatnya matanya yang sudah liam tidak bias mengatup sempurna, hidup segan, mati pun tak mau, entah peribahasa itu cocok buatnya atau tidak tapi itulah yang terucap dari lisannya. Bosan terkatung-katung akhirnya pemuda seperempat abad itu berhalusinasi…
seolah melihat catatan cita-citanya tahun-tahun lalu…
masih sangat sedikit sekali yang sudah tercapai…
lalu ia mendengar bisikan-bisikan jauh didalam dirinya sendiri, masuk kedalam membran timpani, berputar-putar di jalur setengah lingkaran, melonjak-lonjak dalam rumah siput, menggetarkanya lalu berteriak di otaknya,
OI INSAN…. SADARKAH KAU…….
WAKTU TERUS BERJALAN SEDANG USIAMU TERUS BERKURANG……
SADARKAH KAU APA SAJA YANG TELAH KAU PERBUAT KINI????????????????
APA SAJA YANG SUDAH BISA KAU BANGGAKAN?????????
APA SAJA???????
APA SAJA???????
APA SAJA???????
Apa saja yang sudah bisa engkau banggakan??? Terutama dimata TUHANMu!!!!!!!!!
APA SAJA???????????????????????????????????????????????????????????????
Tubuhnya bergetar…
Hatinya bergetar…
matanya bergetar…
pita suaranya juga ikut bergetar…
hingga getaran tubuhnya membuatnya tersadar..
ia tidak sedang berhalusinasi tapi ia benar-benar sedang melihat 100 impian yang pernah ditulisnya saat ia masih tahun pertama duduk bangku kuliahan dulu, catatan itu sudah mulai usang, namun coretan keberhasilan masihlah sedikit mewarnai kertas itu. Ya… ia benar-benar terlena selama ini seperempat abad usianya ia masih lah sama seperti tahun sebelumnya, masih berhutang banyak hal, berhutang janji, berhutang mimpi, berhutang prestasi,
masih sedikit amalannya…
dan yang masih selalu banyak pada dirinya…
masihlah saja dosa.
Tepat di tengah dahsyatnya semua getaran-getaran itu menyerbunya tiba-tiba getaran dari gelombang transversal dari teropet-terompet manusia abad 21 yang tak jelas lagi apakah puncak dan lembahnya masih serasi itu pun ikut serta menderanya, mempertegas getaran pita suaranya hingga menjadi isakan yang menyayat hati, memperderas air bah di pelupuk matanya hingga membanjiri bola kecil dunianya…
Dan akhirnya ia tahu Tuhan hadirkan hukum Gauss dimalam ini untuk memperingati dirinya
Bertambah tua usianya tapi masih menggunung kehinaannya…
jangan sampai saat hari ini ia menikmati kembang api
suatu hari nanti tubuhnya pula yang mengembangkan api…
Bandung, 3 januari 2011 - 00:23
Berharap kita juga bisa sepertinya…
Sepertinya yang keimanannya naik dan turun…
Naik menhujam ke angkasa…
Turun tak pernah buat ia tersungkur…
Tapi malam ini tepatnya dua tahun ini agak sedikit berbeda, setiap malam dengan moment yang sama seolah-olah orang-orang disekitarnya bersepakat untuk membuat polusi suara, tanpa peduli siapapun terganggu, atau mungkin karena orang-orang itu sudah mulai menerapkankan konsep positif thinking, ya dalam artian semua orang akan menikmati polusi-polusi yang mereka buat bagai pencinta puisi yang mendengarkan syair-syair merdu langsung dilantunkan oleh pujangga pujaan mereka. Entahlah dunia ini selalu berubah…
Lalu tiba-tiba ia teringat akan hukum Gauss yang diajarkan oleh guru kimianya dulu… hukum ketidak teraturan,’kesembrautan’. Simplenya begini kisah tentang hukum itu, alam semesta itu akan selalu bergerak menuju ketidak teraturan dan kekusutan contoh kecilnya saja, kalo disetiap pagi hari orang-orang yang mau berangkat bekerja sudah berdandan dengan sempurna, bajunya rapi, wajahnya cling, senyumnya masih simetris…. Tapi udah fitrahnya dengan sendirinya baju tersebut bisa jadi kusut lagi, wajah jadi kusam, senyumamnya mungkin jadi berubah bentuk seperti tanda halilintar di jidad harry potter…. Makanya bagaimana pun lamanya orang-orang merapikan dirinya ia tetap perlu memperbaikinya lagi, karena disantet dengan ilmu apapun hukum Gauss tetap berlaku…
Dan tampaklah ia mangut-mangut sendiri di malam yang tak sepi lagi itu, mungkin tidak hanya baju yang terkena hukum gauss tapi juga perangai orang-orang disekitarnya terimbas juga, entahlah…
Ia mencoba kembali memejamkan matanya, menikmati kasur yang membenamkannya diantara busa-busa berongga hingga punggungnya berhasil merasakan kerasnya lantai kamarnya, namum entah roh jahat apa yang mengganggu pikiranya sehingga membuatnya matanya yang sudah liam tidak bias mengatup sempurna, hidup segan, mati pun tak mau, entah peribahasa itu cocok buatnya atau tidak tapi itulah yang terucap dari lisannya. Bosan terkatung-katung akhirnya pemuda seperempat abad itu berhalusinasi…
seolah melihat catatan cita-citanya tahun-tahun lalu…
masih sangat sedikit sekali yang sudah tercapai…
lalu ia mendengar bisikan-bisikan jauh didalam dirinya sendiri, masuk kedalam membran timpani, berputar-putar di jalur setengah lingkaran, melonjak-lonjak dalam rumah siput, menggetarkanya lalu berteriak di otaknya,
OI INSAN…. SADARKAH KAU…….
WAKTU TERUS BERJALAN SEDANG USIAMU TERUS BERKURANG……
SADARKAH KAU APA SAJA YANG TELAH KAU PERBUAT KINI????????????????
APA SAJA YANG SUDAH BISA KAU BANGGAKAN?????????
APA SAJA???????
APA SAJA???????
APA SAJA???????
Apa saja yang sudah bisa engkau banggakan??? Terutama dimata TUHANMu!!!!!!!!!
APA SAJA???????????????????????????????????????????????????????????????
Tubuhnya bergetar…
Hatinya bergetar…
matanya bergetar…
pita suaranya juga ikut bergetar…
hingga getaran tubuhnya membuatnya tersadar..
ia tidak sedang berhalusinasi tapi ia benar-benar sedang melihat 100 impian yang pernah ditulisnya saat ia masih tahun pertama duduk bangku kuliahan dulu, catatan itu sudah mulai usang, namun coretan keberhasilan masihlah sedikit mewarnai kertas itu. Ya… ia benar-benar terlena selama ini seperempat abad usianya ia masih lah sama seperti tahun sebelumnya, masih berhutang banyak hal, berhutang janji, berhutang mimpi, berhutang prestasi,
masih sedikit amalannya…
dan yang masih selalu banyak pada dirinya…
masihlah saja dosa.
Tepat di tengah dahsyatnya semua getaran-getaran itu menyerbunya tiba-tiba getaran dari gelombang transversal dari teropet-terompet manusia abad 21 yang tak jelas lagi apakah puncak dan lembahnya masih serasi itu pun ikut serta menderanya, mempertegas getaran pita suaranya hingga menjadi isakan yang menyayat hati, memperderas air bah di pelupuk matanya hingga membanjiri bola kecil dunianya…
Dan akhirnya ia tahu Tuhan hadirkan hukum Gauss dimalam ini untuk memperingati dirinya
Bertambah tua usianya tapi masih menggunung kehinaannya…
jangan sampai saat hari ini ia menikmati kembang api
suatu hari nanti tubuhnya pula yang mengembangkan api…
Bandung, 3 januari 2011 - 00:23
Berharap kita juga bisa sepertinya…
Sepertinya yang keimanannya naik dan turun…
Naik menhujam ke angkasa…
Turun tak pernah buat ia tersungkur…
Langganan:
Postingan (Atom)