welcome to bala-bala blog....

Assalamua'laikum please enjoy the text... ^^ Bismillahirrahmanirrahim, In the name of Allah who is most gracious and most merciful

Jumat, 27 April 2012

The Blue, my dejection


The Blue, my dejection
When I remember the last time when I had active in the university, there is a different feeling. The time where I often get tausiah or just had made a discussion about married. I felt I had a big spirit to apply that one of sunnatullahs that it make usable to fulfill half of religion. I use to have a dream to apply it before age twenty five and with a strong motivation to get half, almost to all of my friends I told it, without any consideration and deep thinking and now I am more than quarter of century in age. After prepare myself, read so many books about married, discuss with many people and search in any webs. I am become afraid.

Nowadays, some friends told that I already old in age to marry with someone and I know it. I have felt alone since almost half of my friends get their final decision to sail in the new world. Being couple and make a family. Those make me more and more afraid. I am not afraid of doesn’t get the partner of life because of my age but so many things make me being scary. I am afraid of loneliness because no more friends and I am afraid of marry because of my defect and trauma. I am afraid to tie my egoism and block my dreams, I feel make me like in the prison, I still remember one of my lesson in the junior high school, my teacher told that mother Aisyah r.a have told if marry was a beautiful form of slavery. I want to be free to choose my own way to live and enjoy my life but sometimes, I wanna go away to far and far distances.  Find the new world that the societies don’t care about my status. I don’t know because I am so blue. I just wanna run away.
I don’t know maybe I don’t afraid of marry but scary to love and to hurt because of love…



Jumat, 20 April 2012

Enjoy the time

MY FAMILY IS MY OPULENCE



My creations

killing the time with knitting






Trying


try to make a definition  about love
to love my Lord, my Creator
try to make Him doesn't jealous, because of my foulness
try to accept all of my destiny
try to believe that Allah created me with all wisdom in it
he is going to give me all what I need, doesn't what I want
he gives me my injury to meet a beauty of life, patience
and maybe to test other one loyalty
and finally to the great definition of the great true love

Minggu, 13 November 2011

Bocah gagah

seorang bocah gagah, berseragam
bercermin dan berdandan
ia...
gagah


si bocah gagah di pagi hari ada dimana-mana
ada yang di bus kota
ada yang sudah di sekolah
dan ada juga yang sampai di warung-warung PS
sementara yang lainnya ada yang bergaya dengan motornya,
keliling-keliling kota
atau cekikikan bergosip ria


dan si bocah gagah pun ada di desa
hampir diseluruh pelosok nusantara
(ingat... jika pembangunan sudah merata)


itu kisah masa kini


tapi tidakkah kalian ingat?
dulu juga bertebaran bocah-bocah gagah
nan jua perkasa
di pagi buta ia pun telah berada dimana-mana
berlari...
berlari...
menembus belantara
tanpa sempat berkaca.
berkejaran
dengan nyawa...
dan para tentara belanda
atau mungkin juga penjajah lainnya
kadang ia hanya bawa sebilah bambu tua
berlari...
mengejar musuh
musuhnya
juga musuh kita


lupakah kau?
betapa gagahnya ia
saat ia pekikkan kata "bebas"
ia begitu gagah
saat itu pun ia tak peduli...
betapa perihnya daging tertusuk duri
betapa sakitnya kulit terkoyak belukar
tajam


sama...
sama tak pedulinya
seperti setengah bocah-bocah gagah masa kini
ketika...
mereka kini yang lupa dikenang itu 
entah dimana?
mungkin hanya tersisa bongkahan-bongkahan
tulang putih yang tak lagi bersatu


(was made on september 14th, 2011)

Jumat, 11 November 2011

Inspiring story, kadang kita butuh

Bob curtis pada tahun 1997 adalah seorang pria yang berumur 85 tahun, tapi masih penuh semangat. Ia melakukan perjalanannya sebagai misionaris ke Kenya, untuk itu ia menempuh waktu delapan hari mengikuti jalan setapak desa diluar Nairobi, karena tidak ada mobil dan jalan raya.
Sampai hari ini (tahun 1997an), Bob masih bekerja penuh waktu dalam tiga pekerjaan yang diambilnya untuk perjalanannya ke Kenya. Dia melewatkan tiga hari sepuluh jam berturut-turut setiap minggu sebagai pengemudi bagi pelelangan mobil; hari sabtu digunakan untuk bekerja di perusahaan pemakaman Dallas; dan dia juga menjadi perwakilan penjualan regional untuk sebuah perusahaan kesehatan gigi. Dengan sikap yang luar biasa Bob tersenyum dan berkata, " Apa saja yang diperlukan kalau saya mampu akan saya lakukan," dan itu rupanya adalah prinsip penuntun dalam kehidupannya.
Bob tahu, hanya soal waktu saja sebelum kehidupan berakhir baginya, maka ketika dia berada di Nairobi dia melatih satu orang lokal untuk meneruskan perkerjaannya. sejak tahun 1990, Bob berada di setiap benua dan di dua puluh lima negara. Pada saat ini dia merencanakan perjalanan ke Swedia dan Perancis. Bob bersyukur kepada Tuhan untuk kesehatannya bepergian jauh-jauh. Keyakinannya sedemikian rupa sehingga ia tidak pernah mengalami saat gelisah di luar negeri karena dia berkeyakinan kalau Tuhan memberinya tantangan, maka Tuhan akan memungkinkannya bisa melakukannya.
(di kutip dari "something to smile about", zig zilar)
Sikap Bob Curtis mungkin bisa menjadi inspirasi bagi kita, yang kadang mengaku sebagai aktivis dakwah, tapi masih memilih-milih tempat berdakwah, takut menjadi tidak terkenal atau ketakutan-ketakutan lain yang seharusnya bisa di palingkan saat tawaran didaerah-daerah kekurangan da'i memberikan peluang untuk kita. Dealapan puluh lima tahun bukan lah usia yang muda lagi tapi saat seorang non muslim percaya bahwa Tuhan selalu bersamanya, bagaimana dengan kita, yang mengaku muslim dan menyakini kalau Allah always in our side?
Wallahu 'alam.

Selasa, 23 Agustus 2011

Tulisan yang menginspirasi

Tulisan yang menginspirasi

sebuah kebiasaan yang entah sengaja atau tidak aku tekuni, setelah 2 tahun semenjak operasi pengangkatan salah satu ovariumku, ketika "liburan" aku harus menangis sakit perut, mual, muntah, atau paling tidak lemas tidak bisa bergerak seperti hari biasanya dan satu lagi yang sering aku nikmati adalah tak makan makanan berat atau makanan apapun seharian. aku berfikir mungkin disanalah rahasia Allah, saat aku terkapar lemah tak berdaya, tak bisa berjalan2 kemanapun, maka aku tak perlu makan sama sekali,tak lapar dan tak juga sakit perut atau pusing seperti dihari2 normal aku telat makan. Subhanallah The Lord mistery is amazing!

tapi bukan masalah itu yang aku uraikan untuk mengenang kebasaanku ini, melainkan kegiatan yang ku lakukan saat aku harus menghabiskan liburan dari kuliah atau kerjaan yang ada nuansa paksaan ini dan tetap perlu disyukuri. bukankan Tuhan kita udah bilang saat sakit yang kita alami dijalani dengan ikhlas tanpa keluhan, maka ia dapat menjadi penggugur dosa2 kecil...(kudu dimanfaatin tuh, apalagi bagi yang dosa kecilnya udah numpuk jadi dosa besar, ^_^)

banyak mukaddimahnya ya...
nah langsung aja, ceritanya begini ne...
suatu ketika saat aku harus menyelesaikan pekerjaanku di proyek yang sudah hampir tenggat, yang aku udah janji dengan klienku akan menyelesaikannya dalam waktu 1 hari lagi, hari itu tepatnya hari kamis, dan aku juga berjanji akan memperlihatkan hasil kerjaku jumat sore, karena dalam rancanganku aku akan menyelesaikannya dalam waktu sehari. selain karena janji itu, aku juga dalam keaadan butuh uang, kalo kerjaan selesai hasil kerjaku akan di"hargai" juga, kalo selesainya jumat, maka aku tak harus menunggu sampai diturunkannya hari senin (gimanapun juga proyekannya,uang lelahku baru bisa turun dihari kerja). saat udah diancang2 begitu, tetap saja manusia berencana Tuhan lah yang menentukan,
jadi the best planning from my Lord waktu itu adalah, aku harus di"terapi" dulu, agar dosa2 ku yang udah menumpuk digugurkan dulu biar ntar di akherat aku membantu mengurangi kerjaan malaikat yang ngitungin dosa(aku pikir ngitungin dosa itu sama dengan ngitungin limbah, bikin kesel, kalo ngitung amal kebaikan mungkin kaya ngitung uang, enak....... -tapi jangan diyakini itu nggak ada dalilnya, cuma aku aja yang ngarang- ^^)

kembali ke jalur yang benar...
untuk mengurangi rasa sakitku aku berfikir sebaiknya aku tak terfokus kesana,
sehingga aku biasanya memecah fokus ku terhadap rasa sakitku dengan menonton atau membaca buku2 bacaan ringan, dan kebetulan kali ini aku ingin berbagi tentang bacaanku kali ini (sekalian resensi buku...)karena bukunya sangat menginspisi dan disisi lain aku berfikir mungkin ini cara lain Allah memberiku motifasi saat aku sudah bener2 capek, lelah dan sedikit putus asa dalam menjalankan pekerjaan dan hidupku. pengarang bukunya bernama tere liye, nggak tau juga tuh, itu nama asli apa aspal, tapi begitulah yang tertulis di bukunya. sebuah kisah yang menggambarkan 2 insan yang terjebak dalam keterkungkungan dan ketidaktahuan mereka mereka, satunya terkungkung karena tak mau berdamai dengan kesalahanya dimasa lalunya dan satu lagi terkungkung karena ketidak tahuannya terhadap lingkungan dan orang2 sekitarnya
untuk mengenal alam ciptaan yang maha kuasa ini, sampai mereka dipertemukan Tuhan dengan scenario menarik dan sehingga mereka berusaha untuk keluar dari penjara itu.
dengan segala keterbatasan, dengan seluruh keputus asaan, hingga janjiNya
"sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan" terlihat sudah.
"moga bunda disayang Allah", cerita inspiratif yang di ilhami kisah inspiratif
dan aku juga berharap setiap orang yang membacanya juga terinspirasi

tulisan ini terinspirasi juga setelah aku membaca buku tersebut
walau tulisan ku ini tak seinspiratif buku "Moga bunda disayang Allah'
setidaknya ada yang ingin tahu akan isi buku tersebut dan mendapat inspirasi, juga setelah membaca tulisan ini,mana tahu ada juga aliran kebaikan yang mengalir untuk penulis tulisan ini. maka bacalah tulisan yang menginspirasi ini, moga bisa di download.